Pembunuhan SMA Taruna Nusantara


Pembunuhan SMA Taruna Nusantara - Miris kalau kita mendengar kata "pembunuhan", apalagi jika pelakunya adalah anak dibawah umur. Itulah yang terjadi di SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah pada akhir Maret 2017 kemarin. Anak muda yang disekolahkan orang tuanya dengan harapan bisa tekun dan giat belajar agar menjadi anak yang bisa dibanggakan malah bersikap tidak seperti layaknya orang terpelajar. Satu lagi kasus yang membuat citra pendidikan kita tercoreng nama baiknya. Siswa yang membunuh teman sekolahnya dengan sadis.

Bukan seperti yang telah beberapa kali terjadi pada sekolah Taruna, yang mana pembunuhan yang dilakukan terjadi karena faktor senioritas. Pembunuhan yang dilakukan di SMA Taruna ini dimotifi dendam yang dipicu sakit hati. Konyol.

Pelaku dikabarkan sakit hati karena korban mengancam akan melaporkan dirinya karena melanggar peraturan sekolah tentang larangan membawa hp ke sekolah. Sangat konyol. Padahal korban adalah teman satu barak-nya sendiri.


(Baca juga: Gurauan yang Berujung Maut)

Kita sebagai manusia seharusnya tidak bertindak seperti binatang. Yang rela membunuh hanya untuk menyenangkan hatinya. Kita punya rasa dan etika. Masalah yang kita hadapi seharusnya bisa kita selesaikan, karena seberat apapun dan sekompleks apapun cobaan yang diberikan tidak akan melebihi kapasitas kita. Dan setiap orang pasti memiliki masalah. Karena hidup yang tanpa rintangan justru membuat hidup terasa tidak hidup. Seperti bermain game PS1 dengan menggunakan Gameshark, atau game Clash of Clan android dengan generator. 

Bukan karena jawabannya yang sulit untuk ditemukan, tapi karena kita belum tahu benar apa yang sebenarnya dipertanyakan. 

Problematika hidup menguji kita untuk bisa mengetahui seberapa kuat dan seberapa pantaskah kita. Ketika kita bisa melewati sebuah tes ujian dengan baik, akan ada rasa bangga dan puas diri karena derajat kita sebagai manusia semakin meningkat. Tapi ketika kita gagal atau mengambil jalan pintas, tanpa memikirkan apakah itu baik atau buruk, maka disitulah, di titik itulah kita disebut sebagai pecundang. Seperti pada kasus pembunuhan SMA Taruna Nusantara ini.

Wahyu Putra Perdana

19 comments:

  1. aduh ngeri emang mas kalau liat cerita2 pembunuhan gitu, di sekolah asrama pula, apalagi ini sekolah favorit banget
    entah apa yang salah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak muda sekarang kayanya berfikir lebih singkat yaa

      Delete
  2. Gmn nih mental generasi penerus bangsa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Entahlah mbak. Semoga lebih baik kedepannya ya.

      Delete
  3. Miris banget, harusnya menjadi generasi muda yang dapat di banggakan, tapi ini malah mencoreng nama baik dan tega membunuh.

    ReplyDelete
  4. hanya karena sedikit masalah orang atau temen sendiri yang kita kenal bisa membunuh ya?

    si pembunuh pasti bukan blogger KPK deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau dia anggota blogger KPK kita glitikin sampe kejang mang

      Delete
    2. sampe dia nggak sampe membunuh atuh...kum
      kalau udah kejadian kan, jadi rugi semua, yang kudunya jadi harapan bangsa malahanjadi sampah bangsa, gimana, coba?

      Delete
    3. Sabar mang, sabar ...
      Jangan malah marah sama saya dong! Santeey

      Delete
  5. Alasan yang sangat konyol untuk membunuh teman sendiri. Ikut prihatin liat keluarga korban yang sangat sedih dan terkejut. Gimana dengan ortu dan keluarga dari pelaku pembunuhan? Pasti terpukul juga :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berita terbaru; katanya si pelaku terinspirasi film Rambo. Cool!!

      Delete
    2. Apanya yang difollow mamangku sayang??

      Delete
  6. miris sekaligus sedih.. padahal sekolah taruna adalah sekolah terbaik harapan bangsa.. kalau sudah begitu mau gimana coba..??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Adik saya pengen sekolah taruna jadi takut duluan

      Delete
  7. penyebabnya sangat sepele,tapi koq ya bisa sih anak seusia itu melakukan hal yang sangat fatal akibatnya yakni membunuh ya mas.

    kayaknya ada masalah dengan psikologi sianak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya begitu mas. Si pelaku juga santai aja kayaknya. Muka Innocents

      Delete
  8. Duh miris banget ya mas.. Sampai bingung saya mau komen apaan...

    ReplyDelete

You can comment in English or Bahasa Indonesia
No Spam !