Pembunuhan di SMA Taruna Nusantara Terobsesi 'Rambo'




Pembunuhan di SMA Taruna Nusantara - Kasus pembunuhan yang terjadi di SMA Taruna belakangan ini menjadi viral dan ramai diperbincangkan di dunia maya. Netizen dibuat shock dan geleng-geleng oleh aksi anak berumur 16 tahun tersebut. Membunuh temannya sendiri dengan sadis.

Akibat perbuatannya, tersangka yang masih sangat muda ini dijerat Pasal 80 ayat (3) Tentang perlindungan anak, serta Pasal 340 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara atau membayar denda Rp 3 Miliar. Belakangan diketahui, tersangka yang  membunuh temannya dengan menusukkan pisau ke leher tepat di urat nadi ini terobsesi dengan aksi di film Rambo.


Just info, Film Rambo adalah sebuah film action yang diadaptasi dari novel David Morrell dan dibintangi oleh Sylvester Stallone pada tahun 1982. Di film ini sang Rambo dengan keahliannya  berkelahi dan menggunakan senjata secara sempurna menghabisi lawan-lawannya.
 
Nah salah satu adegannya adalah dengan menusuk leher lawannya dengan pisau. Pisau yang tertancap di leher dan mengenai urat nadi, sontak saja membuat musuhnya langsung terkapar. Adegan inilah yang rupanya menginspirasi tersangka pembunuhan di SMA Taruna tersebut. Tersangka mengaku telah menggemari film berjenis action sejak 5 tahun lalu.

Kita ingat dulu di pertengahan tahun 2000-2006 sedang marak-maraknya berita anak sekolah yang menirukan gerakan Smack Down di televisi hingga menyakiti temannya sendiri, bahkan meninggal dunia. Yang kemudian berujung pada pemberhentian tayang oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Sebagai penikmat film, kita tentu boleh-boleh saja mengagumi sosok yang diperankan dalam sebuah film, tak terkecuali film action. Namun tidak sepatutnya kita menirunya mentah-mentah untuk diterapkan di kehidupan nyata. Karena di kehidupan nyata kita tidak sedang "bermain film".

Ada film lain yang sejatinya bisa kita ambil sisi positifnya untuk diterapkan di kehidupan nyata. Seperti The Pursuit of Happyness (2006) dan Top Secret aka The Billionaire (2011), yang keduanya memberi pesan positif dimana untuk mengejar kesuksesan kita harus terus berjuang dan bersabar. Film-film seperti inilah yang baik untuk kita contoh. Bukan kekerasan yang ada di film perang, yang bisa melukai orang lain.

Wahyu Putra Perdana

6 comments:

  1. miris ya mas, gara2 film bisa berdampak seperti itu.

    ReplyDelete
  2. Hmmm, gara-gara film maka diri sendiri yang rugi.

    ReplyDelete
  3. Dia kira lagi shooting kali Mas Wahyu....apes dia gak bisa nonton John Rambo lagi di penjara.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin juga mas. Totalitas banget tu dia shootingnya.

      Delete

You can comment in English or Bahasa Indonesia
No Spam !