Blog Putra
  • Home
  • About Me
  • KITCHEN FAUCET
  • New new!
  • Ganti Domain ke Com

Ini bukan mesin untuk membunuh manusia lho ya ...
Kali ini saya akan mereview sebuah situs yang sangat menarik (menurut saya).
Sesuai namanya, situs ini bisa membunuh akun anda. Wow !!! Ganaz.
Nampak jelas ketika kita membuka halaman utama situs ini [silahkan buka alamatnya di http://suicidemachine.org/], kita disuguhi dengan beberapa selogan, diantaranya :

Wanna meet your real neighbours again?

Open, Smart and 100% satisfaction guaranteed!

You want your actual life back?

Sign out forever!

Make the switch to web2.0 free life

Stop Self-Procrastination!

Jika diartikan (dengan google translate) maka artinya akan seperti ini :

Anda ingin bertemu dengan teman (nyata) anda lagi?

Telah dibuka, pintar dan 100% garansi !

Anda ingin kehidupan nyata kembali ?


Sign out selamanya !


Beralih ke hidup bebas
Jangan ditunda !


Prinsip mereka memang mengajak orang lain untuk tidak mengikuti situs situs jejaring sosial untuk mencari teman. Dan seharusnya mereka bisa langsung mencari teman yang nyata, bukan di dunia maya. Untuk itu mereka membuat situs yang ditujukan untuk mempermudah kita untuk menghapus akun di situs jejaring sosial dengan cara bunuh diri.

Dengan menggunakan jasa situs ini, akun anda akan secara otomatis terhapus dari server untuk selamanya. Walaupun sebenarnya kita juga bisa menghapus akun kita sendiri seperti yang sudah disediakan oleh facebook. Namun mereka bilang cara ini lebih efektif.

Beberapa situs jejaring sosial yang akunnya sudah bisa dihapus oleh Web 2.0 Suicide Macine diantarnya facebook, twitter, linkedin, dan myspace. So bagi anda yang telah menjadi member situs tersebut dan anda ingin mencoba menghapus akun anda, silahkan coba dengan Web 2.0 Suicide Macine.

Sekian review situs kali ini. Semoga bermanfaat.

OK. Now I will description about ShopWIki again. If the last my posting for ShopWiki about ShopWiki.com, now I will description about ShopWiki.co.uk. Just little information. If the shopwiki.com, the place is in the America, and the Shopwiki.co.uk is the online shop in UK (England). ShopWiki is the big online store that you can find in internet. You can find anything in there, housewiferys, gifts toys, games, and many more. ShopWiki give you one of the most popular type, that is gift. You can find the guides in there, ShopWiki UK gift buying guides.

There is some guides for you.
1. Gifts for women.
This guides is the best for your couple (women).

2. Party Gifts.
Nice for you who have an invitation of the party.

3. Halloween Gifts.
Macth to give something gift in halloween day's.

Actually ,, there is many guides in ShopWIki.co.uk. But I think thats too much. So I just can show you 3 guides. You can read the complete guides in ShopWiki.co.uk. And if you want to read 3 of them, just click the tittle (link) you will direct to the site.
Ok. I think enough. Thanks for read my post.

Nah, saat ini saya nggak bisa buka situs pengecek jumlah backlink, backlinkwatch . Nggak tau kenapa saat saya coba buka halamannya, malah jadi seperti di samping ini ... [silahkan klik gambar untuk memperbesar]

DNS lookup error !! Itulah yang muncul. Apa mungkin ini adalah akhir dari situs pengecek backlink ini ??? Karena mungkin nggak bayar tagihan domain dan hosting ?? Wah ,, kalau itu kayanya nggak mungkin.

Ada yang tau apa sebenarnya yang terjadi pada backlinkwatch.com ??? Silahkan share ya ...
Buat admin backlinkwatch.com, segera baikin situsnya ya ... Saya doakan semoga cepat baik kembali ya. Aamiin

Wah, sepertinya sudah lama sekali saya tidak menulis tentang tutorial blogging ya.
Ok, sekarang saya tidak akan basa basi lagi. Kali ini saya akan kasih tutor cara mengganti warna dasar (background) blog.
Simple sekali.

1. Masuk ke Blogger (daskboard)

2. Klik tata letak

3. Edit HTML

4. Nah, sekarang coba cari kode ini ...

body {

Lengkapnya seperti ini ...

body {
background:#ffffff;
margin:0;
padding:40px 20px;
font:x-small Georgia,Serif;
text-align:center;
color:#333;
font-size/* */:/**/small;
font-size: /**/small;
}

Gimana ?? Dapat ??
Untuk mengganti warna background blog, kita hanya perlu mengganti kode background yang berwarna merah itu.
Sebagai contoh, saya merubah warna putih (ffffff) tadi menjadi hitam (000000). Maka akan menjadi seperti ini.


body {
background:#000000;
margin:0;
padding:40px 20px;
font:x-small Georgia,Serif;
text-align:center;
color:#333;
font-size/* */:/**/small;
font-size: /**/small;
}

Gantilah sesuai selera. Kode warna bisa anda dapat di dalam applikasi photoshop.

Jakarta, 30/12/2009 (Kominfo–Newsroom) – Mantan Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid, akrab dipanggil Gus Dur (lahir di Jombang, Jawa Timur, 7 September 1940, dan meninggal di Jakarta, 30 Desember 2009 pada umur 69 tahun).

Ia adalah tokoh kiai muslim Indonesia dan pemimpin politik yang menjadi Presiden Indonesia yang keempat dari tahun 1999 hingga 2001. Ia menggantikan Presiden BJ Habibie setelah dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) hasil Pemilu 1999.

Penyelenggaraan pemerintahannya dibantu Kabinet Persatuan Nasional. Masa kepresidenan Abdurrahman Wahid dimulai 20 Oktober 1999 dan berakhir setelah diturunkan melalui Sidang Istimewa MPR pada tahun 2001.

Tepat 23 Juli 2001, kepemimpinannya digantikan oleh Megawati Soekarnoputri setelah mandatnya dicabut oleh MPR.
Abdurrahman Wahid adalah mantan ketua Tanfidziyah (badan eksekutif) PB Nahdlatul Ulama dan pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Gus Dur lahir pada hari ke-4 dan bulan ke-8 kalender Islam tahun 1940 di Desa Denanyar, Jombang, Jawa Timur dari pasangan Wahid Hasyim dan Solichah.
Terdapat kepercayaan bahwa ia lahir tanggal 4 Agustus, namun kalender yang digunakan untuk menandai hari kelahirannya adalah kalender Islam yang berarti ia lahir pada 4 Sya'ban, sama dengan 7 September 1940.

Ia lahir dengan nama Abdurrahman Addakhil. "Addakhil" berarti "Sang Penakluk". Kata "Addakhil" tidak cukup dikenal, dan diganti nama "Wahid", dan kemudian lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur.
"Gus" adalah panggilan kehormatan khas pesantren kepada seorang anak kiai yang berarti "abang" atau "mas".

Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara. Wahid lahir dari keluarga yang sangat terhormat dalam komunitas muslim Jawa Timur. Kakek dari ayahnya adalah KH Hasyim Asyari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), sedangkan kakek dari pihak ibu, KH Bisri Syansuri adalah pengajar pesantren pertama yang mengajarkan kelas pada perempuan.
Ayah Gus Dur, yaitu KH Wahid Hasyim, terlibat dalam gerakan nasionalis dan menjadi Menteri Agama pada tahun 1949. Ibunya, Ny Hj. Sholehah adalah putri pendiri Pondok Pesantren Denanyar Jombang.

Gus Dur secara terbuka pernah menyatakan bahwa ia memiliki darah Tionghoa. Ia mengaku keturunan dari Tan Kim Han yang menikah dengan Tan A Lok, saudara kandung Raden Patah (Tan Eng Hwa), pendiri Kesultanan Demak.
Tan A Lok dan Tan Eng Hwa ini merupakan anak dari Putri Campa, putri Tiongkok yang merupakan selir Raden Brawijaya V.
Tan Kim Han sendiri kemudian berdasarkan penelitian seorang peneliti Perancis, Louis-Charles Damais, diidentifikasikan sebagai Syekh Abdul Qodir Al-Shini yang makamnya ditemukan di daerah Trowulan, Jatim.

Pada tahun 1944, Wahid pindah dari Jombang ke Jakarta, tempat ayahnya terpilih menjadi Ketua I Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi), sebuah organisasi yang berdiri dengan dukungan tentara Jepang yang saat itu menduduki Indonesia.
Setelah deklarasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, Gus Dur kembali ke Jombang dan tetap berada di sana selama perang kemerdekaan Indonesia melawan Belanda.
Pada akhir tahun 1949, Wahid pindah ke Jakarta, dan ayahnya ditunjuk menjadi Menteri Agama. Abdurrahman Wahid belajar di Jakarta, masuk ke SD KRIS sebelum pindah ke SD Matraman Perwari. Wahid juga diajarkan membaca buku non-Muslim, majalah, dan koran oleh ayahnya untuk memperluas pengetahuannya.
Gus Dur terus tinggal di Jakarta dengan keluarganya meskipun ayahnya sudah tidak menjadi menteri agama pada tahun 1952. Pada April 1953, ayah Wahid meninggal dunia akibat kecelakaan mobil.

Pendidikan Wahid berlanjut dan pada tahun 1954, ia masuk ke Sekolah Menengah Pertama. Pada tahun itu, ia tidak naik kelas. Ibunya lalu mengirim Gus Dur ke Yogyakarta untuk meneruskan pendidikannya. Pada tahun 1957, setelah lulus dari SMP, Wahid pindah ke Magelang untuk memulai Pendidikan Muslim di Pesantren Tegalrejo. Ia mengembangkan reputasi sebagai murid berbakat, menyelesaikan pendidikan pesantren dalam waktu dua tahun (seharusnya empat tahun). Pada tahun 1959, Wahid pindah ke Pesantren Tambakberas di Jombang. Di sana, sementara melanjutkan pendidikannya sendiri, Abdurrahman Wahid juga menerima pekerjaan pertamanya sebagai guru dan nantinya sebagai kepala sekolah madrasah. Gus Dur juga dipekerjakan sebagai jurnalis majalah seperti Horizon dan Majalah Budaya Jaya.



Didikan Luar Negeri


Pada tahun 1963, Wahid menerima beasiswa dari Kementerian Agama RI untuk belajar di Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir.
Ia pergi ke Mesir pada November 1963.
Meskipun ia mahir berbahasa Arab, Gus Dur diberitahu oleh universitas bahwa ia harus mengambil kelas remedial sebelum belajar Islam dan bahasa Arab. Karena tidak mampu memberikan bukti bahwa ia memiliki kemampuan bahasa Arab, Wahid terpaksa mengambil kelas remedial.

Abdurrahman Wahid mulai menikmati hidup di Mesir pada tahun 1964, menonton film Eropa dan Amerika, dan juga menonton sepak bola. Wahid juga terlibat dengan Asosiasi Pelajar Indonesia dan menjadi jurnalis majalah asosiasi tersebut.
Pada akhir tahun, ia berhasil lulus kelas remedial Arab-nya. Ketika ia memulai belajarnya dalam Islam dan bahasa Arab tahun 1965, Gus Dur kecewa. Ia telah mempelajari banyak materi yang diberikan dan menolak metode belajar yang digunakan universitas.

Di Mesir, Wahid dipekerjakan di Kedutaan Besar Indonesia. Pada saat ia bekerja, peristiwa Gerakan 30 September 1965 terjadi. Mayor Jenderal Soeharto menangani situasi di Jakarta dan upaya pemberantasan komunis dilakukan.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kedutaan Besar Indonesia di Mesir diperintahkan untuk melakukan investigasi terhadap pelajar universitas dan memberikan laporan kedudukan politik mereka. Perintah ini diberikan kepada Wahid, yang ditugaskan menulis laporan

Namun ternyata Wahid bisa dikatakan mengalami kegagalan di Mesir. Ia tidak setuju dengan metode pendidikan serta pekerjaannya setelah G 30 S/PKI yang sangat mengganggu dirinya.
Pada tahun 1966 ia diberitahu bahwa ia harus mengulang belajar. Pendidikan prasarjana Gus Dur diselamatkan melalui beasiswa di Universitas Baghdad. Maka Wahid pun kemudian pindah ke Irak dan menikmati lingkungan barunya.
Meskipun ia lalai pada awalnya, Wahid dengan cepat belajar. Ia juga meneruskan keterlibatannya dalam Asosiasi Pelajar Indonesia dan juga menulis majalah asosiasi tersebut.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Universitas Baghdad tahun 1970, Gus Dur pergi ke Belanda untuk meneruskan pendidikannya. Wahid ingin belajar di Universitas Leiden, tetapi kecewa karena pendidikannya di Universitas Baghdad kurang diakui. Dari Belanda, Wahid pergi ke Jerman dan Perancis sebelum kembali ke Indonesia tahun 1971.



Karir Awal

Gus Dur kembali ke Jakarta dan mengharapkan ia akan pergi ke luar negeri lagi untuk belajar di Universitas McGill di Kanada. Hal itu membuat dirinya sibuk dengan bergabung ke Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), organisasi yg terdiri dari kaum intelektual muslim progresif dan sosial demokrat.
LP3ES kemudian mendirikan majalah yang disebut Prisma, dan Wahid menjadi salah satu kontributor utama majalah tersebut. Selain bekerja sebagai kontributor LP3ES, Wahid juga berkeliling pesantren dan madrasah di seluruh Jawa.
Pada saat itu, pesantren berusaha keras mendapatkan pendanaan dari pemerintah dengan cara mengadopsi kurikulum pemerintah. Wahid merasa prihatin dengan kondisi itu karena nilai-nilai tradisional pesantren semakin luntur akibat perubahan ini.
Gus Dur juga prihatin dengan kemiskinan pesantren yang ia lihat. Pada waktu yang sama ketika mereka membujuk pesantren mengadopsi kurikulum pemerintah, pemerintah juga membujuk pesantren sebagai agen perubahan dan membantu pemerintah dalam perkembangan ekonomi Indonesia. Wahid memilih batal belajar luar negeri dan lebih memilih mengembangkan pesantren.

Abdurrahman Wahid kemudian meneruskan karirnya sebagai jurnalis, dan menulis untuk majalah Tempo dan koran Kompas. Artikelnya diterima dengan baik, dan ia mulai mengembangkan reputasinya sebagai komentator sosial.
Dengan popularitas itu, ia mendapatkan banyak undangan untuk memberikan kuliah dan seminar, membuat dia harus pulang-pergi antara Jakarta dan Jombang, tempat Wahid tinggal bersama keluarganya.

Meskipun memiliki karir yang sukses pada saat itu, Gus Dur masih merasa sulit hidup hanya dari satu sumber pencaharian, dan ia bekerja untuk mendapatkan pendapatan tambahan dengan menjual kacang dan mengantarkan es untuk digunakan pada bisnis Es Lilin istrinya.
Pada tahun 1974 Wahid mendapat pekerjaan tambahan di Jombang sebagai guru di Pesantren Tambakberas, dan segera mengembangkan reputasi pribadinya. Satu tahun kemudian, Wahid menambah pekerjaannya dengan menjadi guru Kitab Al Hikam.

Pada tahun 1977, Wahid bergabung ke Universitas Hasyim Asyari sebagai Dekan Fakultas Praktek dan Kepercayaan Islam. Sekali lagi, Wahid mengungguli pekerjaannya dan universitas itu ingin agar Wahid mengajar subyek tambahan seperti pedagogi, syariat Islam dan misiologi.
Namun kelebihannya menimbulkan ketidaksenangan dari sebagian kalangan universitas, dan Wahid mendapat rintangan untuk mengajar subyek-subyek tersebut. Sementara menanggung semua beban tersebut, Wahid juga berpidato selama ramadhan di depan komunitas muslim di Jombang.



Nahdlatul Ulama


Latar belakang keluarga Wahid kemudian segera menjadi berarti. Ia akan diminta untuk memainkan peran aktif dalam menjalankan NU. Permintaan ini berlawanan dengan aspirasi Gus Dur dalam menjadi intelektual publik, dan ia dua kali menolak tawaran bergabung dengan Dewan Penasehat Agama NU.
Namun, Wahid akhirnya bergabung dengan dewan tersebut setelah kakeknya, Bisri Syansuri, memberinya tawaran ketiga. Karena mengambil pekerjaan ini, Wahid juga memilih untuk pindah dari Jombang ke Jakarta dan menetap di Ibu Kota. Sebagai anggota Dewan Penasehat Agama, Wahid memimpin dirinya sebagai reforman NU.

Pada saat ituGus Dur juga mendapat pengalaman politik pertamanya. Pada pemilihan umum legislatif 1982, Wahid berkampanye untuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP), sebuah partai Islam yang dibentuk sebagai hasil gabungan empat partai Islam, termasuk NU.
Wahid menyebut bahwa pemerintah mengganggu kampanye PPP dengan menangkap orang seperti dirinya. Namun, Wahid selalu berhasil lepas karena memiliki hubungan dengan orang penting, di antaranya adalah Jenderal Benny Moerdani.



Pemilu 1999 dan SU MPR


Pada Juni 1999, PKB ikut serta dalam arena pemilu legislatif. PKB memenangi 12 persen suara, sedangkan PDI-P menang dengan raihan 33 persen suara.
Dengan kemenangan partainya, Megawati memperkirakan akan memenangkan pemilihan presiden pada SU MPR. Namun PDI-P tidak memiliki mayoritas penuh, sehingga membentuk aliansi dengan PKB.
Pada Juli, Amien Rais membentuk Poros Tengah, berisi koalisi partai-partai Islam. Poros Tengah kemudian mulai menominasikan Gus Dur sebagai kandidat ketiga pada pemilihan presiden, dan komitmen PKB terhadap PDI-P mulai berubah.

Pada 7 Oktober 1999, Amien dan Poros Tengah secara resmi menyatakan Abdurrahman Wahid sebagai calon presiden. Pada 19 Oktober 1999, MPR menolak pidato pertanggungjawaban Habibie, dan Habibie harus mundur dari pemilihan presiden.
Beberapa saat kemudian Akbar Tanjung, Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua DPR menyatakan bahwa Golkar akan mendukung Gus Dur. Pada 20 Oktober 1999, MPR kembali berkumpul dan mulai memilih presiden baru. Abdurrahman Wahid kemudian terpilih sebagai Presiden Indonesia ke-4 dengan 373 suara, sedangkan Megawati hanya meraih 313 suara.

Tidak senang karena calon mereka gagal memenangkan pemilihan, pendukung Megawati mengamuk, dan Gus Dur menyadari bahwa Megawati harus terpilih sebagai wakil presiden.
Setelah meyakinkan Jenderal Wiranto untuk tidak ikut serta dalam pemilihan wakil presiden dan membuat PKB mendukung Megawati, Gus Dur pun berhasil meyakinkan Megawati untuk ikut serta.
Pada 21 Oktober 1999 Megawati ikut dalam pemilihan wakil presiden dan mengalahkan Hamzah Haz dari PPP.

Sumber : http://www.bipnewsroom.info/index.php?&newsid=58420&_link=loadnews.php

Rupanya, di tahun baru Google juga nggak mau ketinggalan mengadakan pesta. Ya. Google telah mengupdate pagerank.
Tapi sayang blogputra nggak ada perubahan. Tetap di angka 3. Tapi nggak papa lah. Yang penting nggak turun aja saya sudah bersyukur. Karena saya memang sudah takut digebuk google gara gara saya ikut program paid review. Eh, Si google nggak ngerubah pagerank saya. Terima kasih Goolge.
Selain itu juga Google merayakan tahun baru dengan mengganti logo kesayangannya dengan logo tahun baru 2010. Makin keren aja google.

Oya, gimana nih, apakah blog sobat naik pagerank semua ??
Bagi pengalamannya ya ...
Newer Posts Older Posts Home

Popular Posts

  • Dijual Gitar J&D Brother (Les Paul Type)
    Halo sobat sobat ku di dunia Blogger. Lama tak update ya .. Haha ternyata virus 'malas' telah menginfeksi saya. Oiya, kali ini say...
  • Cara Mengganti Domain Blogspot ke Com
    Memiliki domain TLD (Top Level Domain) bukan hanya menjadi kebanggaan bagi si pemilik blog/website, namun juga memberi kesan profesiona...
  • Blogputra Buka Jasa Like dan Follower Praktis Murah Meriah
    Facebook, Instagram, dan Twitter adalah tiga jenis platform media sosial yang paling banyak digunakan, khususnya di Indonesia. Penggu...
  • Cara Membuat Boot Screen Sendiri
    Mungkin dari gambar disebelah ini ,, sobat sudah tau apa itu boot screen ,,, Yap ,, boot screen itu gambar yang muncul saat komputer baru d...
  • Cara Membuat Label Di Blogger
    Tutorial blogging kali ini ditujukan bagi mereka yang baru mulai ngeblog.  Ketika pertama kali mengurus blog, tentu ada beberapa hal ya...

Klik Follow untuk Blogwalking

Klik to Donate

KPK

Recent Comments

Copyright © 2015 Blog Putra | About | Disclaimer | Privacy Policy | Sitemap

Created By ThemeXpose