Tuesday, October 25, 2011

Bukan Puisi


Ketika aku berjalan seorang diri di tengah tengah padang pasir . .
Tanpa air, tanpa makanan . .
Kering . . Begitu menguras keringat . .
Perlahan ku rasakan dahaga yang sangat mencekik . .
Aku terus berjalan . . Selangkah . . Demi langkah . .
Sampai akhirnya ku lihat dari jauh sebuah sinar silau matahari yang terpantul dari sebuah botol . .
Botol yang berisi air penuh
Awalnya aku mengira itu hanya fatamorgana seperti yang banyak orang bicarakan
Namun, setiap langkah ku kedepan, aku semakin yakin bahwa itu nyata
Ya . . Itu memang nyata
Memandangnya saja aku merasa segar, tenang, damai, indah, penuh harapan
Aku pun terpikat oleh kesegarannya
Namun . . Botol air itu dikelilingi oleh sebuah kotak kaca . .
Tak ada pintu untuk masuk . .
Kaca itu menghalangiku untuk bisa menyentuhnya . .
Kaca itu terlalu tebal . .
Terlalu tebal untuk bisa ku pecahkan dengan benda-benda di sekitarku . .
Aku hanya bisa terduduk memelas sambil memandangi botol itu
Berharap bisa menyentuhnya . .
Merasakan kesegarannya . .
Melepaskan semua rasa dahaga . .
Tapi aku tak bisa mendapatkannya . .
Aku hanya bisa terus berdoa agar kotak kaca itu terbuka.